Mencoba bertahan…

Hidup manusia tidak akan luput dari terjangan badai dan cobaan.Ada orang bijak yang mengatakan kita harus belajar dari filosofi bambu dalam bertahan hidup menghadapi terpaan badai yang dahsyat sekalipun.

Kenapa bambu tidak tumbang atau patah batangnya ketika diterjang badai atau angin topan?Apa karena akarnya yang dalam?Bukan! Apakah karena batangnya kuat? Juga bukan! So ???

Rahasia ketahanan bambu ada pada sikapnya.Ketika diterpa badai, pohon yang lain berdiri dengan kaku dan tegak seolah menantang kekuatan angin.Sehingga ranting bahkan batangnya bisa patah.Sebaliknya bambu justru merunduk dan menunduk.Dia membiarkan dirinya diarahkan oleh tiupan angin.Batangnya bersifat lentur,yaitu bisa berlekuk atau melengkung.Sifat lentur inilah yang membuat bambu mampu bertahan dalam badai dan topan.Sikap lentur ini memulihkan kembali sikap tegak bambu setelah badai berlalu.Pohon lain berkonfrontasi dengan badai tetapi bambu beradaptasi.

Kita pun sewaktu-waktu diterpa oleh badai dalam bentuk persoalan, kesulitan dan penderitaan? Bagaimana sikap kita?? Kita akan berkonfrontasi ataukah beradaptasi?

Sepanjang hidup berbagai persoalan, kesulitan dan penderitaan datang menerpa kita.Kita harus bertahan seperti pohon bambu.”Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Lukas 21:19)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: